Selasa, 28 Januari 2014

Kupu-Kupu dalam Perut

22|01|2014

Tulisan kali ini disponsori oleh Jeng Ir, kanopi roof top, senja, dan kupu2.. Smoga gak picisan lah ya!! hahaa ( ^ 0 ^ )


Kupu-Kupu dalam Perut

Berkelepak berputar dalam perut
Membikin hati carut-marut
Menyenangkan
Walau sedikit terasa tak nyaman

Kupu-kupu itu
Tak henti-hentinya terbang
Tiap kali kau datang
Hassshh, ini menyebalkan

Kumohon
Untuk sekali ini saja kau hinggap
Diam saja dalam perutku yang senyap
Karna tiap kali kau berkelepak
Jantungku berpacu dalam detak

Ah, mungkin aku yg harus diam dan menyingkir
Lalu tersenyum nyinyir
Karna tiap kali kau datang
Kupu-kupu dalam perut ini terbang riang
Berulah tak tentu arah
Meninggalkan gelegak resah
Dan rindu yang tak nyaman
Tapi jujur, ini menyenangkan

Kanopi roof top, Yogyakarta, 22|01|2014

*Kupu-kupu dalam perut, entah ini istilah yang cocok atau nggak, tapi well, lumayan cocok buat saya, hahaa. Tapi seenggaknya istilah ini berusaha mengungkapkan rasa tak nyaman, gak enak, dan agak geli dalam perut tiap kali melihat atau bertemu seseorang. Entah fenomena ini pertanda apa,tapi mungkin beberapa orang pernah ngalamin.
Dan yg paling nggak enak adalah ketika rasa gak nyaman dalam perut ini berkembang jadi deg-degan dan bertransformasi menjadi salting, hahahaa..
Cara bikin kupu2 dalam perut ini diam? ya harus dilempar dg bata kenyataan yg memuakkan, hahaa.. baru dia bisa diam [hibernasi], dan pasti bakal berulah lagi entah kapan.. hmmmmm :]






Senin, 13 Januari 2014

Taukah kamu?

Taukah kamu?
Aku perlu mengumpulkan semua nyali
Untuk menyapamu sekali
Aku perlu diam dan berpikir sejenak
Untuk membuatkanmu sebuah sajak

Tahukah kamu?
Aku perlu menunggu ratusan hari
Untuk mengalami hari ini
Mendengar kata-kata meluncur dari mulutmu
Dan melihat senyum tersungging di bibirmu

Tahukah kamu?
Kalau aku nyaris tak sadar diri
Saat kau datang mengulurkan jemari
Yang dengan tak percaya kusambut
Dan benar-benar hangat dan lembut


**Aku melihatmu dengan hati, , jadi lebih baik kuurungkan diri, menunggu saat yang pasti, karena ini urusan hati, lebih indah jika masih tersimpan sendiri, saat diungkapkan menjadi berkurang arti, semakin sering diucapkan semakin tak berarti

NB :  Tidak bukan untuk siapa-siapa, hahaa ( ^ 0 ^ )



Selasa, 24 Desember 2013

Petir Ternyata Putih

Kali ini saya akan menulis tentang pengalaman saya sekitar 5 tahun yang lalu. Kenapa saya nulis ini? karena saya nggak mau kehilangan tiap detil kejadian karena umur yang terus menggerus daya ingat otak saya. Jadi semisal ntar2 nanti saya lupa detil pengalaman ini, saya tinggal baca deh..
Mungkin tidak banyak teman saya yang mengetahui cerita ini, mungkin beberapa temen yang pernah saya ceritain juga sudah lupa. tapi menurut saya, ini pengalaman yang cukup menarik, heuheu..

Sore pukul 3, sekitar 5 tahun yang lalu (mungkin sekitar 2008, 4 tahun sebelum ibuk nggak ada)
Hujan sedang tengah mengguyur daerah sekitar kompleks rumah saya, entah si hujan ini juga menyebarkan airnya ke seluruh kota atau nggak, saya gak begitu mau tahu. Karena hujannya gak terlalu deras, ibuk ngerasa aman-aman saja buat nyalain TV. Sedangkan saya waktu itu lagi di kamar, duduk di meja sambil nglakuin sesuatu yang entah saya lupa.

Di rumah cuma ada saya sama ibuk, berdua. kamar saya di sebelah persis ruang ibuk nonton TV. Pintu kamar sengaja saya buka biar ibuk dan saya sama-sama nggak ngerasa sendirian.

Lama-lama hujan jadi tambah deras, saya gak terlalu ingat pas itu ibuk udah matiin TV apa belum karena ibuk anti banget nyalin TV pas hujan deras.

 Tiba-tiba saya denger suara yang keras banget kayak bom meledak yang sumber suaranya deket banget sama rumah saya. Saking kerasnya suara itu, saya sampe ngerasa kalo jiwa saya udah lepas dari badan. Bener-bener gak ngerasain raga sama sekali, ringan dan sangat rapuh. Seolah raga saya itu sudah berubah wujud jadi debu.  Saya merasa kayak melayang, berubah wujud jadi nonmateri.

Sepersekian detik kemudian saya liat cahaya putih yang silau banget masuk ke kamar saya. Cahaya putih datang dari satu titik sumber, yang sangat terang dan menyilaukan. Cahaya itu masuk dari ventilasi rumah yang emang gede dan tanpa kaca, cuma ditutupi kain kasa anti nyamuk. Cahaya putih itu luar biasa putih, dia menerobos masuk begitu cepat memenuhi seluruh kamar saya dengan warna putih yang mirip kabut tebal.
Saya semakin bingung, di tempat manakah saya sekarang ini?

Mungkin kejadiannya seperti ini, tapi mungkin petirnya lebih kecil

Sepersekian detik kemudian kabut tebal putih itu perlahan memudar. Dia seolah terserap ke titik asal cahaya ayang sangat terang tadi. Perlahan kabut itu memudar dan sepersekian detik kemudian sekelililng saya berubah menjadi gelap. Saya merasa aneh karena tiba-tiba saya kembali mempunyai berat, tak lagi melayang. Ada rasa aneh di perut, seolah ada sesuatu yang agak berat di dalam perut menjeblak turun.

Habis gelap terbitlah terang.. Kegelapan itu kemudian hilang dan saya bisa melihat sekeliling. Ya, saya masih berada di didalam kamar. Jiwa saya sudah masuk lagi ke dalam badan. saya melihat ke tangan saya, berpikir untuk menggerakkan tangan dan ternyata tangan saya bisa bergerak!! Dari situ saya sadar ternyata saya masih hidup!!!

Tanpa babibu, yang langsung terpikir di otak saya adalha kondisi ibuk. Saya melihat ibuk lagi tiduran di kasur depan TV. Sempet sangat khawatir, tapi ternyata ibuk lebih dulu menanyakan konidid saya,

Saya dan ibuk sangat bersyukur, karena nggak ada satu pun dari kami yang terluka atau apapun. Ibuk sempat sangat khawatir dengan kondisi saya. Karena waktu terdengar suara yang sangat keras tadi, ibuk melihat cahaya putih yang keluar dari kamar saya, kemudian masuk ke dalam ruang TV dan memantul di langit2 ruangan sampai kemudian dia menghilang sampai waktu sepersekian detik. Ibuk juga bercerita kalo dia sudah mematikan TV sebelum kejadian itu. Semisal belum, kami berdua tidak tau apa yang akan terjadi pada kami.

Saya dan ibuk baru sadar ternyata listrik rumah kami mati, bahkan jam dinding yang menggantung di dinding ruang TV pun ikut mati. Ketika mencoba ngecek ke box listrik, ternyata sekring listriknya putus. Untunglah sekringnya putus, karena berarti dia berfungsi dengan baik, seandainya tidak putus antahlah apa yang terjadi.

Kemudian ibuk mengecek ke tetangga di sekitar rumah, ternyata tidak ada satupun rumah yang listriknya mati. Tapi semuanya mengaku mendengar suara yang sangat keras. dari situ saya dan ibuk akhirnya mengambil kesimpulan bahwa rumah kami tersambar petir, dan lokasi tersambarnya itu di tembok tepat di samping kamar saya.

Alhamdulillah saya gak kena sambaran secara langsung. tapi saya ngerasain gimana gelombang petir itu menghantam ke badan saya. Kalo dipikir-pikir, itu jadi semacam pengalaman yang religius buat saya. padahal kejadiannya tentu berlangsung dalam waktu yang sangat singkat, tapi bagi saya yang mengalami waktu rasanya berjalan cukup lama sampai saya bisa mengingat sejumlah detil dari kejadiannya.

Seenggaknya benar apa yang diliatin di film2, kalo ada cahaya putih sangat terang datang dari langit,, Well, itulah sekilas pengalaman saya. Entahlah, kejadian itu bisa disebut apa. Saya sendiri juga agak nggak percaya kalo pernah ngalamin. Beberapa orang yang pernah saya ceritain pun punya ekspresi dan tanggapan yang berbeda-beda. Entah mereka ragu, percaya, nggak sama sekali, atau nganggap saya  melebaikan. But, what I told you was the truth, that was really happened, I was not added many things to make my stories impressive, yang ada saya malah mengurangi karena lupa sebagian detailnya. Smoga cerita ini lumayan menghibur ya, hehee

(Well, inilah yang saya dapet setelah kejadian itu : In The name of Allah, The most compassionate and The most merciful, my soul belongs to You)


Jumat, 06 September 2013

On The Way

Mungkin sekitar seminggu yang lalu saya masih sering mondar-mandir di kampus ngrecokin teman2, minta bantuan sana-sini, sama "doing a couple messy things in lab". Gan Nand, termasuk korban dari kerecokan yang saya lakukan, berhubung takut kena razia laptop di bandara, jadi deh si Gan Nand saya minta buat jadi problem solver, hehe.

Tanggal 29 Agustus kemaren saya berdelapan, bareng temen2 ngelakuin perjalanan menuju timur. Dengan salah satu dari kami yang udah punya pengalaman banyak banget sementara yang lainnya masih bener2 gak tau, jadilah perjalan kita kemaren itu serasa asoy2 geboy, haha..

Awal perjalanan dimulai di CGK, dengan semangat yang masih membara, poto sana sini dengan riangnya. Bawaan yang paling banyak adalah saya, satu koper besar seberat 20an kg, back pack medium yang over capacity, dan sekardus snek berisi macem2 keripik yang saya bawa kemana2, so jadilah saya yang paling rempong diatara yang lain.

The magnificent eight



Dari CGK, kami lanjut ke LCCT (Low Cost Carrier Terminal), bandara khusus di KL buat Air Asia. Berhubung namaya udah low cost, jadi beda banget tuh fasilitasnya sama KLIA, kesannya kayak hanggar pesawat yang dirubah jadi terminal. Karena transitnya cuma tiga jam, dan pesawat kami telat lebih dari satu jam, jadilah kita cuma kurang dari 2 jam explor LCCT, dan gak sempet foto2, hehe. Kalo di LCCT, saya paling demen nih makan snek namanya hot and roll, cukup RM 6 udah dapet sebiji makanan enak+hangat yang mirip2 sama kebab gitu.. really recommended. Jadi, walau cuma transit bentar di suatu negara, jangan lupa bawa seuprit mata uang negara itu, biar bisa beli jajan, lumayan lebih hemat dan asik.

Penampakan si jajan
Dari LCCT, kami berangkat jam 1 dini hari menuju KIX, alias Kansai airport di Osaka. Perjalanan makan waktu sekitar 6 jam. Dengan kapasitas angkut yg besar, maskapai ini mungkin ngangkut lebih dari 300 orang. Sayang banget saya duduk di bagian lumayan belakang, di bagian baris tengah, gak deket jendela, jadi deh gak ngeliatin pemandangan. Tapi yang paling asik itu pramugari pramugaranya, pada orang jepun semua, asik2, cakep2 dan cantik2, ramah banget. Trus, jreng2, kami nyampe di KIX sekitar jam 8.30 pagi. Welcome to Osaka!


Berhubung barang bawaan saya paling rempong, jadilah saya yang paling susah buat gerak kemana2. Untung aja, saya gak tau timbangan di bandara pas waktu itu lagi eror atau gimana, tapi pas saya ngeletakin koper yang sebelumnya udah saya pindahin dulu beberapa barangnya ke ransel gara2 overweight di jogja, ternyata pas di timbang itu pas banget 20 kilo, sesuai dg bagasi yg saya beli.. wew, how lucky!
Rempong deh eike cyiin





Perjalanan menuju perfektur Ehime masih cukup lama dan berliku broh. Yang pertama kami lakuin adalah cari bis ke halte bis New Hankyu di Osaka, makan waktu kurang lebih sejam dari KIX. Selama perjalanan ke New Hankyu, kerasa banget kalo KIX itu bener2 airport yang sengaja dibangun di atas artificial island. Sepanjang jalan kita ngelewatin beberapa jembatan yang gagah2. Dan suasana jepun langsung kerasa di sepanjang jalan itu. Semua temen mulai berceloteh tentang kerapian dan kebersihan, Well, di sepamjang jalan dari KIX ke Osaka, banyak pabrik2, gudang pasir, kayu, kapal2, dan industri, semuanya rapi, bersih, bahkan pasir sama batuan aja tertumpuk rapi, kayu2 gelondongan juga berjejer rapi, apalagi pabriknya, pada teratur.

Dari hotel halte New Hankyu, kita jalan nih ke JR stasiun, beli tiket bis ke Matsuyama. Harganya lumayan mahal buk, 6700 yen (1 yen = rp 120  ) perjalannanya makan waktu sekitar 5 jam, dan tepat waktu banget2, sampai ke detik2nya. Pelayanannya sangat baik, sopir bis merangkap jadi kondektur yang dengan senang hati dan sangat ramah ngangkatin barang2 kita yang pada berat ke bagasi. Bapak sopir itu selalu mengucapkan arigatou gozaimasu tiap kali ada orang yang nyerahin tiketnya, keren abis.
tiket bis ke matsuyama

penampakan bisnya


Minggu, 21 Juli 2013

Buk, ini lagunya bagus buk,,

 "Number One For Me"


I was a foolish little child
Crazy things I used to do
And all the pain I put you through
Mama now I'm here for you
For all the times I made you cry
The days I told you lies
Now it's time for you to rise
For all the things you sacrificed

[Chorus:]
Oh, if I could turn back time rewind
If I could make it undone
I swear that I would
I would make it up to you
Mum I'm all grown up now
It's a brand new day
I'd like to put a smile on your face every day
Mum I'm all grown up now
And it's not too late
I'd like to put a smile on your face every day

And now I finally understand
Your famous line
About the day I'd face in time
'Cause now I've got a child of mine
And even though I was so bad
I've learned so much from you
Now I'm trying to do it too
Love my kid the way you do

[Chorus]

You know you are the number one for me [x3]
Oh, oh, number one for me
There's no one in this world that can take your place
Oh, I'm sorry for ever taking you for granted, ooh
I will use every chance I get
To make you smile, whenever I'm around you
Now I will try to love you like you love me
Only God knows how much you mean to me

[Chorus]

You know you are the number one for me [x3]

Oh, oh, number one for me
 
#Maher Zain
 
 

Kamis, 04 Juli 2013

5 cm Yang Realitanya 7 m

Rai mu iku lho dab,
Nyapo kok nggantung 5 cm soko jidatku?
Menggeser kata "L.U.L.U.S " sing wis nangkring neng chart ampuh "5cm" ku

Gara-gara lama gak liat tampangmu, eh malah tampangmu tambah aktif nongkrong di kepalaku.. Woh, bener2 mengganggu c*k!
Entah berapa lama kita gak ktemu dab. Eh, lebih pasnya berapa lama aku gak liat kamu deng, huehe,, Yoh, mugo-mugo buruan bisa liat kamu lagi yo.. Insyaallah, pas lihat kamu, semangatku bisa ke"upgrade", hahahahh
Yah, walau melihatmu cuma dari kejauhan, 7 m itu mentok paling deket lo dab, lebih deket dari itu? sorry, my kness must be shocking, my mouth will be drying, and my heart will stop beating for a while (lebay)
#intinya : saya gak ada N.Y.A.L.I

Well,  I think I have to finish this melancholic and silly note.. But wait, I have a lovely song for you, and you must be love it!

Hari Bersamanya

Hari telah terganti
Tak bisa ku hindari
Tibalah saat ini bertemu dengannya
Jantungku berdegup cepat
Kaki bergetar hebat
Akankah aku ulangi merusak harinya
Tenang dab Johny Depp, dirimu yo masih nangkring di hatiku
[*]
Mohon Tuhan
Untuk kali ini saja
Beri aku kekuatan
‘tuk menatap matanya
[**]
Mohon Tuhan
Untuk kali ini saja
Lancarkanlah hariku
Hariku bersamanya
Hariku bersamanya
Kau tahu betapa aku
Lemah dihadapannya
Kau tahu berapa lama
Aku mendambakannya
Back to [*][**]
Tuhan tolonglah (beri kesempatan)
Tuhan tolonglah (beri kesempatan)
Back to [*][**]
Hariku bersamanya
Hari bersamanya
Hari bersamanya
Hari bersamanya
Hari bersamanya
Hari bersamanya
Hari bersamanya
http://hotliriklagu.com
Tuhan tolonglah
Hari bersamanya
Tuhan tolonglah
Hari bersamanya

~~SO7



Rabu, 03 Juli 2013

Mempecundangi Pengecut



Saat ini, saya merasa jadi manusia paling gabut diantara temen2 seperjuangan saya yg lain.

Saya terlalu banyak mengutuki diri sendiri, mencela orang lain, sinis terhadap hidup, permisif terhadap kegagalan, dan omong kosong yang lain.

Lihat, entah apa yg dilakukan teman2 saya hingga begitu banyak yg berhasil.
Dan memang, selama ini saya tidak bersungguh2, terlalu banyak ragu, under estimate terhadap diri sendiri, dan banyak mencela orang lain juga. Ya, menjijikkan sekali

Saya ingin menggapai sesuatu, tapi minim usaha, dan bodohnya saya merasa seolah-olah usaha yang saya lakukan sudah sangat besar. 

entah apa yg terjadi dg semua rencanaku? hancur semua berantakan
Saya memang pengecut dan pecundang, karena pengecut itu adalah orang yang menginginkan segala apa yang ada di hidupnya itu sempurna, dan pecundang itu adalah orang yang cuma tau bermimpi tanpa berusaha dengan sungguh-sungguh (dan sialnya dia gak nyadar kalo sebenarnya dia belum bersungguh-sungguh)

Pernahkan kamu merasa demikian??